Pencarian :

Sabtu, 14 Februari 2009

Tips kalo kena tilang ...

Guys... Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja Slip Biru. Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru. Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum.

Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kita akan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat. Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? Nguantri yg panjang bgt. Belom lagi calo2 yang bejibun.

Tetapi kalau Slip Biru kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga salah). Abis gitu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. Dan denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya itu tidak melebihi Rp. 50.000,- dan dananya Resmi, masuk ke Kas Negara. Jadi, kalau ada Polantas yang sampe minta under the table Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000, (sorry) but it's true!! Masuk kantong sendiri. Tapi kalo Petugasnya minta dibawah itu ya silahkan .... itung2 amal lah ....
tips diambil dari : http://ciadie.multiply.com

Jumat, 13 Februari 2009

Keajaiban Tubuh Manusia ....

Nggak cuma bumi saja yang punya seven wonders of the world. Tubuh manusia pun ternyata menyimpan banyak hal menakjubkan yang susah dijelaskan dengan logika.

1. The Golden Ratio.
Setiap bagian tubuh manusia ternyata merupakan hitungan matematika. Believe it or not, Fibonacci numbers yang kita jumpai di buku Da Vinci Code, ternyata juga ada di tubuh kita sendiri. Bilangan Phi (1:1,61) adalah angka yang akan kita dapatkan setiap kali kita mengukur setiap inci tubuh kita. Coba deh perhatikan ruas jari tangan kita. Ruas kedua dari ujung berukuran 1,618 kali lebih panjang dari ruas terujung, begitu seterusnya. Rumus phi ini juga kita temui di wajah kita. Panjang hidung kita berbanding 1:1,618 dibanding lebar mulut dari ujung ke ujung. Gigi terdepan dengan gigi di sebelahnya juga berukuran 1,1618 kali lebih besar. Inilah yang disebut dengan The Golden Ratio.

Dr. Stephen Marquardt bahkan telah membuat topeng kecantikan berdasarkan golden ratio ini, dan orang yang mempunyai struktur muka paling mendekati topeng ini adalah cewek yang sudah diakui kecantikannya, seperti Ratu Nefertiti. Tapi wajah kita juga bisa cocok ke dalam topeng golden ratio, kok. Soalnya, setiap kali kita tertawa, maka kita akan semakin mendekati ukuran phi tersebut. Makanya, jangan cemberut!

2. Sidik Lidah
Selain sidik jari, ternyata lidah kita juga mempunyai pattern unik yang tidak dimiliki orang lain. Hmm, jangan-jangan di masa depan kita akan bikin paspor dengan sidik lidah, nih.Hehehe…

3. Hidup dan Mati
Saat kita membaca tulisan ini, sebenarnya sedang ada sekitar 50 ribu sel yang mati di dalam tubuh kita. Tapi, di saat yang sama, lahir pula 50 ribu sel baru yang menggantikannya (kecuali di otak, yang tidak bisa menumbuhkan sel baru). Wow, ternyata tubuh kita aktif banget, ya? Di saat yang sama, untuk mencerna isi kalimat ini, pesan tersebut disampaikan ke otak dengan kecepatan mencapai 250 mil per jam!

4. Tempat Tinggal Bakteri
Satu orang manusia mempunyai organisme hidup yang lebih banyak daripada jumlah seluruh manusia di bumi. Soalnya, dalam 1 inci tubuh manusia, ternyata merupakan tempat tinggal bagi kira-kira 32 juta bakteria!

5. Kepanasan atau Kedinginan?
Pernah makan makanan panas dan dingin, kan? Seberapa pun panas atau dinginnya makanan tersebut, tapi lidah kita masih bisa menerimanya, tuh. Hal ini disebabkan karena mulut kita menyesuaikan suhu makanan tersebut menjadi suhu normal, sehingga akhirnya bisa kita telan. Maksudnya, si mulut akan mendinginkan si makanan panas, dan menghangatkan si makanan dingin. Wah, ternyata mulut kita tak ubahnya seperti microwave dan kulkas, nih.

6. Anti Keriput!
Selain bisa menghilangkan stress, ternyata tertawa juga bisa menguatkan sistem kekebalan tubuh, lho. Dan, menurut penelitian, anak-anak tertawa sekitar 300 kali setiap harinya, sementara orang dewasa cuma 15-100 kali saja tertawa. Ck ck ck, apa hidup mereka sedemikian beratnya, ya? Hehehe… Dan, nggak heran juga kalau orang dewasa itu jadi cepat terlihat tua. Soalnya, setiap 2000 kali wajah kita berkerut (misalnya karena kesal atau cemberut), maka muncullah segaris keriput. Makanya, jangan malas tertawa!

7. Self-healing
Tubuh kita ternyata tak ubahnya seperti Claire Bennet di serial Heroes yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Soalnya, setiap luka kita pasti akan sembuh, dan tubuh kita mempunyai ”keajaiban” untuk membentuk bagian tubuh yang baru. Misalnya nih, kaki kita terluka dalam karena terantuk batu. Lama-kelamaan, sel-sel di tubuh akan membentuk jaringan daging dan kulit baru untuk menutupi bekas luka tersebut. Namun demikian, ternyata ada satu bagian tubuh yang nggak bisa menyembuhkan dirinya sendiri lho, yaitu gigi. Kalau gigi tetap kita copot, jangan harap akan tumbuh gigi baru.

Kamis, 08 Januari 2009

Dari KANOUTE untuk Palestina


DetikSport - 08/01/2009 09:55
Frederic Kanoute memang dikenal sebagai muslim yang taat dan kerap bangga menunjukkan identitas keyakinannya itu. Pada tahun 2007 misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla.

Sebagai muslim yang taat, Kanoute tergugah dengan penderitaan Palestina. Usai mencetak gol ke gawang Deportivo La Coruna striker asal Mali itu membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan "Palestina" meski diganjar dengan kartu kuning setelahnya.

Dalam pertandingan Kamis (8/1/2009) dinihari WIB tersebut, Kanoute bermain cemerlang dengan mencetak gol kedua lima menit sebelum turun minum, saat timnya Sevilla mengalahkan Deportivo La Coruna di ajang Copa del Rey dengan skor 2-1.

Rabu, 26 November 2008

TUHAN SAYANG DENGAN KITA

Kisah dari seorang senior.
Matur suwun mas Deky "DQ" Werdoko (Alumni Politeknik Undip '92).


TUHAN SAYANG DENGAN KITA

Hari senin kemarin, saya mendapat pengalaman di jalan raya waktu berangkat kerja. Sebuah pengalaman yang mengingatkan saya atas pengalaman tahun–tahun sebelumnya.

Seperti biasa hari senin, pengendara kendaraan bermotor lebih tampak sibuk dari hari yang lain. Demikian juga di kota Batam, kota dimana Tuhan memberikan rejeki kepada kami sekeluarga saat ini. Melewati jalan utama di depan setasiun bahan bakar Sukajadi beberapa polisi memberi aba-aba kendaraan supaya lebih memperlambat jalan, dan ini ternyata sangat berguna kalau kita mengikuti aba-aba tersebut, tetapi kebanyakan kendaraan akan menaikan kecepatan lagi setelah melewati polisi tersebut walau di depan kantor Poltabes Barelang sendiri. Pagi itu, tepat di depan kantor polisi, setelah mengurangi kecepatan, saya sempat menengok ke kanan, dan sangat terkejut ketika mobil di depan saya berhenti mendadak, reflek saya menginjak rem dan beruntung berhenti hanya kira-kira setengah meter dari mobil di depan saya, lihat di spion, mobil di belakang juga melakukan hal yang sama.

Suara berdebam terdengar di depan, tapi saya hanya bisa terduduk lemas, dalam hitungan detik semuanya bisa terjadi, dengan muka pucat pengemudi depan saya menengok kearah saya dengan pandangan bingung juga. Beberapa polisi langsung sibuk mengatur jalan yang langsung macet, karena memang itu jalan utama.

Begitu mengambil jalur kiri, saya terhenyak, posisi mobil saya hanya selisih dua mobil dari mobil terakhir yang mengalami tabrakan beruntun. Sambil melewati deretan mobil yang tabrakan, ada lima atau enam mobil dengan kerusakan cukup parah, saya berucap lirih, Tuhan masih sayang saya. Tapi saya kemudian malu sendiri dengan ucapan itu, menyadari betapa piciknya saya, kalau saya hanya berucap seperti itu dalam posisi saya merasa diuntungkan.

Tuhan masih sayang sama saya, kata–kata itu terngiang di telinga saya, dan pikiran saya kembali ke pengalaman saya bertahun–tahun lalu, tahun 1999, di selatan pulau Sumatera. Saya kenal dengan seorang bapak yang berumur 40-an, badannya gempal dengan kulit hitam legam. Maklum pekerjaannya adalah kuli panggul.

Sering saya ngobrol sama beliau, berdua di warung minum kecil dekat terminal 7 Ulu Palembang. Beliau orang lampung yang mencoba mencari nafkah di kota itu. Karena keseringan ngobrol, suatu saat beliau mengajak saya berkunjung ke tempat tinggal beliau, di pelantar–pelantar pinggiran sungai musi. Tempat tinggal yang sangat jauh dari layak, dengan dinding yang lapuk dan lantai kayu yang siap ambruk.

“hati–hati mas, lantainya lapuk, makanya tadi saya ingatkan jangan makan banyak-banyak sebelum main ke tempat saya,” si bapak mengingatkan saya sambil tertawa, tawa yang selalu terlihat lepas dan penuh syukur. Saya hanya tersenyum, sambil tetap berhati-hati melangkah.

Terdengar suara langkah kaki, dua orang anak kecil muncul dari balik gorden yang lusuh, langsung mencium tangan bapaknya, saya sempat terhenyak, bukan karena dua anak laki–laki itu tampak khusuk dalam mencium tangan orang tuanya, tapi saya melihat mereka berdua ada kelainan pada kakinya, POLIO.! Mereka kemudian mencium tangan saya juga, saya sempat mengelus kepala anak yang paling kecil, dengan perasaan terharu.

Suara batuk dari balik gorden membuat saya berpaling, dan si bapak dengan masih tersenyum bangun dan minta ijin sama saya. “Mas sebentar saya tinggal, saya mau nyuapin istri saya dulu, sedang sakit,” kata beliau. Saya mengiyakan dan kemudian asyik ngobrol dengan dua anak lelaki beliau.

Selang setengah jam kemudian, beliau keluar lagi dan minta maaf kalau saya terlalu lama menunggu. “Oh tidak apa–apa Pak, memang ibu sakit apa, sudah ke dokter belum,” tanya saya. Si bapak tersenyum mendengar pertanyaan saya. “Istri saya sakit TBC mas, sudah lama, lebih dari sepuluh tahun, tapi sudah dua tahun ini tambah parah, tapi syukur saya masih diberi kekuatan untuk menemaninya,” kata beliau. Dalam hati saya, betapa bapak ini sangat susah, dua anak yang punya kelainan pada kakinya ditambah istri yang terbaring sakit, belia harus banting tulang untuk mencukupi kebutuhan hidup, tapi juga harus melayani keperluan istrinya yang sakit.

“Maaf Pak, saya salut karena bapak bisa menjalani semua kesusahan ini,” kata saya terharu.
Tetapi beliau menjawab dengan tertawa, "maaf Mas, saya tidak merasa susah, saya bahagia, bersyukur sama Tuhan, di kasih istri, di kasih keturunan, dikasih pekerjaan". Saya hanya diam, terharu saya melihat cara bapak itu berbicara, nampak ikhlas.
Lebih diam lagi, ketika beliau melanjutkan kata–katanya,” Kalau mas lihat saya akan susah karena kondisi istri saya ataupun anak saya, kerja saya sebagai kuli panggul, itu tidak membuat saya merasa susah, tetapi saya bahagia, karena saya semakin sadar, bahwa Tuhan sayang sama saya”.

Wajah ikhlas itu semakin ikhlas ketika mengucapkan kata–kata, Tuhan sayang sama saya, seluruh panca indera saya terasa segar, saya seperti melihat surga di lelaki depan saya.

Ketika dengan sungkan beliau menawari saya, apakah saya mau dibikinin teh, karena beliau takut saya tersinggung karena di rumah itu ada orang sakit TBC. Saya menjawab tidak keberatan, dan ketika teh itu datang di depan saya, saya segera meminumnya dengan rasa syukur, betapa bahagianya saya hari itu, meminum teh yang sangat penuh rahmat, dari rejeki yang halal, dibikin oleh lelaki yang penuh rahmat, ini rejeki yang tidak bisa dinilai.

Tuhan sayang sama kita.
Ketika putra kami yang kedua, Rangga, yang baru lahir dua bulan lalu harus masuk rumah sakit, saya lihat istri saya nampak tertekan. Saya maklum akan hal itu, karena sebagai ibu ikatan batin yang kuat membuatnya sangat terpukul. Melihat putra kami yang mungil terbaring di kotak penyinaran, membuat istri saya sering menangis.

Sering sambil menangis dia berkata, "kenapa harus anakku, Tuhan tidak adil, aku sudah merawatnya dari dia di kandungan, aku sayang sama dia". Saya di sampingnya selalu mencoba menyabarkan, bahwa ini yang terbaik buat kita, tidak baik kita menganggap Tuhan tidak adil terhadap kita. Kesedihan istri saya sedikit terobati, begitu di rumah sakit berkenalan dengan banyak ibu-ibu yang juga menunggu anaknya yang sakit, dan lumrahnya manusia, kesedihan akan berkurang ketika kita sadar bahwa bukan kita saja yang mengalami.

Keluar dari rumah sakit, kami bersyukur anak kami bertambah sehat, berkembang dan semakin lucu. Tetangga kami, pasangan suami istri, pensiunan sebuah Bank Pemerintah di Jakarta, menanyakan kabar anak kami. Kami jawab sudah sembuh, dan makin sehat.
“Syukurlah, itu rencana Tuhan, kita percaya sama yang di atas bahwa itu yang terbaik buat kita, tidak usah takut bahwa nantinya akan ada sesuatu dengan anak kita,” kata si ibu. Beliau kemudian bercerita bahwa anak pertamanya premature, masuk rumah sakit beberapa kali, di vonis ada kelainan, tetapi yang beliau lakukan hanyalah lakukan yang terbaik buat anak dan percaya bahwa Tuhan sayang kepada kita.

Pada perkembangannya, beliau cerita bahwa anaknya normal, bahkan paling pintar dari empat putranya, bisa menempuh pendidikan tinggi, jauh dari perkiraan dokter bahwa ada kelainan saat besarnya nanti. Saya melihat wajah istri saya tenang ketika mendengar si ibu bercerita. Dan setelah itu saya berkata, "jalani hidup ini dengan tenang, percaya bahwa ini yang terbaik dari Tuhan".

Tuhan sayang dengan kita.
Betapa piciknya kalau kita hanya merasa itu kalau kita merasa senang atau diuntungkan dalam hidup ini. Seharusnya kita sadar betapa sayangnya Tuhan terhadap kita, sampai–sampai selalu membuka pintu taubat terhadap kesalahan kita. Padahal dengan kekuasanNya, apa yang tidak bisa Tuhan perbuat.

Berbahagialah manusia yang dalam setiap tarikan nafasnya dalam situasi apapun selalu ingat bahwa Tuhan sayang dengan kita.

Jadi sudahkah kita hari ini, ketika bangun dari tidur merasa bahwa Tuhan masih sayang dengan kita, dengan memberi kita kesempatan untuk hidup. Setelah itu kita sarapan sebelum aktifitas hari ini, apakah kita sudah merasa Tuhan sayang dengan kita, dengan memberi kita kesempatan untuk makan pagi. Kita berangkat kerja pagi ini, sudahkah kita merasa Tuhan sayang dengan kita, dengan memberi kita kesempatan untuk bekerja mencari nafkah. Senyum istri kita, lambaian tangan anak kita, tawa teman sekerja, udara yang kita hirup, kesehatan yang kita dapat, dan masih banyak lagi hari ini yang kita dapat dari Tuhan.

Jadi apakah anda setuju, bahwa Tuhan masih sayang dengan kita, dalam kondisi apapun, itulah yang terbaik buat kita, betapa murah hatinya Tuhan memberi kita kesempatan. Betapa sayangnya Tuhan terhadap kita, bahkan perintah Tuhan bukan untuk kebaikanNya, tapi untuk kebaikan manusia itu sendiri. Masihkah kita merasa hidup ini tidak adil?

Terima kasih, sampaikan salam saya untuk keluarga terkasih anda, dimana Tuhan menitipkankan sayangNya untuk anda melaui mereka.

Rgds,
DQ - pejuang pemikir, pemikir pejuang

Kamis, 20 November 2008

Meniru Seleksi Karyawan Model Google

Seperti halnya pemerintah Indonesia yang membuka lowongan PNS, Google juga menerima karyawan baru. Tentu saja model seleksinya berbeda dengan tes CPNS.

BERAPA banyak bola golf yang bisa dimasukkan ke dalam bis sekolah? Ini bukan kuis atau teka-teki berhadiah pada acara televisi. Melainkan sebuah pertanyaan pada wawancara pekerjaan. Perusahaan teknologi informasi seperti Google, Microsoft, dan Ebay memang memiliki cara unik dalam merekrut karyawan baru.

Tes seleksi yang digunakan menunjukkan mereka tak sekadar mencari calon karyawan cerdas, namun juga kreatif.

Banyak pertanyaan aneh, unik, yang tak gampang ditemukan solusinya. Simak soal berikut. Jika Anda kepala dari lima bajak laut, hendak membagi jarahan 100 kilogram emas. Bagaimana cara membaginya agar Anda meraup bagian terbesar, namun anak buah tak memberontak?

Beberapa waktu lalu, iklan lowongan pekerjaan Google menarik perhatian pelintas jalan Highway 101, SIlicon Valey California. Pasalnya, baliho berukuran raksasa itu tak memuat secara detail cara mengajukan lamaran.

Prosedur lamaran tersembunyi dalam sebuah situs internet. Nama situs tersebut adalah jawaban dari pertanyaan: bilangan prima terkecil dengan panjang sepuluh digit. Jawabannya adalah 7427466391. Artinya, pelamar mesti mengunjungi situs 7427466391. com (saat ini situs ini sudah ditutup). Setelah masuk situs itu, pelamar kembali dihadapkan pada berbagai pertanyaan sulit.
Boleh Mencontek

Dalam situs resminya, Google menyatakan mereka menggunakan teknik yang disebut Google Lab Aptitude Test (GLAT) untuk menyaring karyawan baru. Teknik itu, menurutnya digunakan untuk menjaring pekerja yang memiliki aptitude dan psikologi menonjol. Paling tidak separo soalnya matematika dengan tingkat kesukaran tinggi. Soal-soal tersebut tak dirahasiakan namun diposting secara bebas di internet.

Seberapa sulit soalnya? Cobalah jawab pertanyaan ini. Berapa jumlah anggota ideal dalam sebuah tim, sedemikian rupa sehingga penambahan anggota tak akan memberi kontribusi maksimal? Ada lima opsi jawaban yakni 1, 3, 5, 11, dan 24.

Judi Gilbert, Direktur SDM Google menyatakan GLAT didesain untuk mencari pekerja yang memiliki daya analisis, membuat taksiran, serta menarik simpulan. Adapun jawabannya juga tak selalu eksak. ”Bagi Google, karyawan merupakan aset paling berharga. Kami mencari yang terbaik, namun kami juga memberi salari yang pantas,” ujar Gilbert.

Sebagai perusahaan yang menggantungkan diri pada inovasi, Google membutuhkan karyawan yang kreatif, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki keyakinan segala masalah bisa dipecahkan menggunakan teknologi, lanjutnya.

Soal tes masuk Google tak dirahasiakan. Siapapun bisa mengunduhnya di internet. Bagi Anda yang berminat bekerja di Google, ada sekadar mencoba mengerjakan tes masuknya bisa berkunjung ke situs www.google.com/suport/jobs.

Menurut Alan Eustace, inti dari kerja Google adalah memecahkan problem komputasi. Karenanya, mereka membutuhkan orang yang terobsesi memecahkan masalah.
Itulah alasan mengapa soal dipasang secara terbuka, untuk menarik minat para ”pemecah problem”.

Dengan sifatnya yang terbuka, tentu saja pelamar bisa mencontek, bertanya kepada orang lain, atau mencari referensi. Situasi tersebut justru sesuai dengan atmosfer kerja di Google bahwa masalah tak bisa dipecahkan dalam kesendirian.

Untuk mencari birokrat yang kreatif dan mampu memecahkan masalah, mungkinkah tes CPNS dibuat seperti yang dilakukan Google?
Sumber : suaramerka.com

Sabtu, 27 September 2008

Idul Fitri 1429 H


تقبل الله منا و منكم صيامنا و صيامكم كل عام و أنتم بخير
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
Mohon Maaf Lahir Batin




Kamis, 25 September 2008

Lowongan PNS

P E N G U M U M A N Nomor : KP.01.03.Mn/594
PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
TINGKAT PASCA SARJANA (S2), SARJANA (S1) UNTUK GOLONGAN III
TAHUN ANGGARAN 2008

Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia membuka kesempatankepada para Pasca Sarjana dan Sarjana bagi yang Berwarga NegaraIndonesia baik pria maupun wanita, sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang akanditempatkan baik di Pusat maupun di Daerah denganketentuan:

JUMLAH YANG DIBUTUHKAN : 265 orang

PENDAFTARAN :
Periode pendaftaran secara online dibuka mulai tanggal 17 September s.d. 17 Oktober 2008.

Kelengkapan Berkas dapat dikirimkan mulai tanggal 22 September2008 dan paling lambat sudah diterima panitia tanggal 17 Oktober2008 pukul 15.00 WIB.

Kelengkapan Berkas disampaikan melalui Pos Tercatat atau jasa pengiriman yang ditujukan ke salah satu alamat di bawah ini: INFO LOWONGAN LENGKAP CPNS 2008 klik http://www.gpsjakarta.com

Langganan Info LOWONGAN KERJA TERBARU JOINT ke MILIS Persiapan-seleksi klik http://groups.yahoo.com/group/persiapan-seleksi/

PROGRAM PELATIHAN SINGKAT/SEHARI APTITUDE TEST/GAT/TPA/TBS CPNS(GPSJAKARTA Lembaga Independen Profesional & Tdk Ada Hubungan/Kaitan Dengan Lembaga Lain)

I. PERSIAPAN SELEKSI PEGAWAI BUMN/CPNS/Bank Indonesia (JAKARTA)Diselenggarakan selama sehari dan satu kali pertemuanHari : SABTU 27 September 08 (ada kelas tiap sabtu)Waktu : 08.30 s.d 17.00 biaya Rp. 200.000,- Tempat: Kampus GPSJAKARTA Point Square Education Centre Lantai M (Mezanin) LebakBulus (depan carrefour Terminal Lb.Bulus) Formulir download dari http://www.gpsjakarta.com/formulireguler.doc Ribuan Alumni kami berhasil masuk PNS dan BUMN serta Bank Indonesia.

II. PROGRAM PELATIHAN SINGKAT/SEHARI TBS/TPA CPNS (SURABAYA).
Hari : SABTU 11 Oktober 2008Waktu : 08.00 s.d 17.00 Rp. 220.000,- Tempat: Gdg Perpustakaan ITS Lt.2 blkg Rektorat Sukolilo SURABAYA http://www.gpsjakarta.com/surabaya.doc Peralatan yang harus disiapkan peserta adalah : Pensil 2B, KaretPenghapus, Rautan, Kartu Identitas yang masih berlaku KTP/SIM (bagiyang keperluan mencari kerja) terlambat tidak diperkenankan mengikutites psikologi meskipun telah terdaftar dan biaya tidak dapat diminta kembali)

III. PROGRAM PELATIHAN SINGKAT/SEHARI TBS/TPA CPNS (YOGYAKARTA).
Hari: MINGGU 12 Oktober 2008Waktu : 08.00 s.d 17.00 Rp. 220.000,-
Tempat: Kampus AA YKPN Jl Gagak Rimang/Kemakmuran Balapan Yogyakarta.
Pendaftaran: Hub Bu Bambang 02747823456 atau 0274584021 http://www.gpsjakarta.com/yogyakarta.doc Peralatan yang harus disiapkan peserta adalah : Pensil 2B, Karet Penghapus, Rautan, Kartu Identitas yang masih berlaku KTP/SIM (bagi yang keperluan mencari kerja) terlambat tidak diperkenankan mengikutites psikologi meskipun telah terdaftar dan biaya tidak dapat diminta kembali)

IV. PROGRAM PELATIHAN JARAK JAUH (TPA ONLINE) CPNS/ BUMN (Tdk melayani pengiriman H-5 dan H+5 lebaran krn TIKI/POS Tutup) Sedangkan bagi yang jauh dari Jakarta silahkan daftar untuk kegiatan pelatihan TPA/TBS Jarak Jauh/Online (modul dan Pembahasan dikirimpakai POS/TIKI (mhn segera daftar krn kami butuh waktu buat pengiriman). Prosedurnya:

1. Download formulir http://www.gpsjakarta.com/formulironline.doc dan penjelasan lengkap Program Aptitude test/TPA Online klik dihttp://www.gpsjakarta.com/prod05.htm

2. Kemudian anda tranfer biayanya ke rekening yang tertera dalam formulir (boleh dari bank manapun atau pakai ATM).

3. Bukti transfer ditempel di bagian paling bawah formulir yang telah diisi dengan lengkap dan jelas termasuk kode pos dan nomortelpon dan email kirim melalui Fax ke 021-75921487 atau email gpsjakarta_online@yahoo.com (salah satu saja)

4. Sehabis kirim fax atau email mohon konfirmasi ke 021-98299611, 98290979 apakah hasilnya cukup jelas atau perlu diulang. Banyak kejadian dimana hasil fax tidak jelas dan tidak terbaca sama sekalisehingga pengelola TPA/TBS Online tidak bisa mengirimkan Modul Pelatihan dan nunggu sampai calon peserta complain (nomortelpon danemail pun tidak terbaca pula).

5. Setelah kami cek biaya telah masuk ke rekening kami maka Modul dikirim beserta pembahasannya dengan KILAT KHUSUS PT. Pos Indonesia (sesuai janji pihak Pos Indonesia 2 hari sampai) atau melalui TIKI bagi yang ada di kota besar dan terlayani TIKI.

6. Semua pembahasan sudah terkirim beserta modul pelatihan dan disertai fotocopy materi dasar, CDR Materi Tambahan.

7. Peserta diminta mengerjakan soal-soal yang dikirim dan baru melihat pembahasannya. Apabila masih dianggap kurang cukup maka ditanyakan lewat email sebagai media komunikasi peserta TPA Online dengan masa aktif 20 hari sejak diterimanya modul kiriman (tujuan pembatasan waktu agar peserta giat belajar dan berlatih).

8. Materi pelatihan TPA/TBS Online ini dibuat secara General dan tidak ada kaitannya dengan seleksi pegawai instansi tertentu, meskipun demikian banyak peserta TPA/TBS online yang meraih manfaat misalnya semua materi TPA/TBS Online keluar dalam Seleksi CPTU BankIndonesia, PERTAMINA, BUMN lainnya, TOTAL E& P INDONESIE, dan CPNS 2004 s.d 2007 yang baru lalu.